• Menutup Aurat

    Menutup Aurat

    “Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.” Untuk lebih jelasnya, kita simak satu persatu: 1. Ayah Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat,...

  • Hidup dan Bekerja

    Hidup dan Bekerja

    “Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja. Hiduplah sepeeti besok engkau akan mati, jadi waktu yg ada skrg sedikitpun ga akan kita...

  • Jadilah Pemenang

    Jadilah Pemenang

    Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat. “Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin...

  • Mantra Kehidupan

    Mantra Kehidupan

    Man jadda wajada“, “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Man Saara Ala Darbi Washala yang berarti Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai tujuan. Tiga kalimat arab diatas seolah sebagai rumus pasti, apabila rumus dijalankan maka hasilnya bisa dipastikan, tapi tempat praktek untuk mendapatkan hasil dari “rumus-rumus pasti” diatas adalah DIRI KITA. Tergantung kita...

  • Kemenangan sejati = Kemenangan melawan diri sendiri

    Kemenangan sejati = Kemenangan melawan diri sendiri

    Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menghambat diri di posisi start. Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati,...

  • Sayangi Ibu

    Sayangi Ibu

    Pernah mendapat note ini dari seseorang teman, dan pas ngebacanya rada melow dan gak terasa meleleh juga air mata.. Baca yuk. Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu. Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya. Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang...

  • Keluarga Surga di Bumi

    Keluarga Surga di Bumi

    Menginginkan keluarga yang bahagia merupakan impian semua orang. Bahagiakanlah keluarga kita sebelum membahagiakan orang lain karena Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia. Keluarga adalah tempat terindah untuk tinggal dan menghabiskan waktu bersama. Keluarga yang penuh suasana cinta adalah surga di...

  • Pemimpi Besar

    Pemimpi Besar

    Setiap pria dan wanita sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mau liat buktinya? Kita bisa lihat kalau di dunia ini hal-hal hebat banyak berawal dari sebuah mimpi. Pesawat terbang berasal dari mimpi kakak beradik Orville dan Wilbur Wright. Lampu berasal dari mimpi seorang Thomas Alfa Edison, Telepon berasal dari mimpi Alexander Graham Bell. One house one computer merupakan mimpi seorang Bill gates. Bahkan jembatan semegah Brooklyn pun merupakan...

  • Allah maha Oke

    Allah maha Oke

    Sering mendengar kata ini? Aduh sepertinya “Aku Tidak Bisa” deh..Itu kan dia “pintar ngomong”, aku kan ga pinter ngomong, gaptek, bodoh dll. Aduh kayaknya sulit deh, aku takut gagal dll.. Sering pasti ya, jangankan dengar mungkin itu juga terucap dikeseharian kita.. Jadi ya teman2, Allah itu Maha OKE lho…jadi hati2 dg ucapakan kita sendiri, kalo kita selalu bilang seperti yang di atas tadi maka,  Allah akan...

  • Patung dan Lantai Marmer

    Patung dan Lantai Marmer

    Kemaren habis dapat salah satu motivasi hebat waktu ngikutin web seminar. Lantai Marmer vs Patung Marmer Cerita ini tentang si Patung Marmer dan si Lantai Marmer yang ada di suatu museum. Nah, mereka berdua pada dasarnya sama, sama-sama marmer, hanya berbeda bentuk Tapi nasib mereka berbeda jauh.. Si lantai selalu diinjak2 pengunjung museum sedangakn si patung marmer selalu dipuja-puja keindahannya.. Suatu hari, si lantai berkeluh kesah pada...

Search

Menutup Aurat

0 Menutup Aurat
“Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.”
Untuk lebih jelasnya, kita simak satu persatu:

1. Ayah
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat maka dia akan ditarik oleh anaknya.

2. Suami
Apabila seorang suami tidak mempedulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di masyarakat, berhias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram, apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim (solat terjaga, puasa rajin) maka dia akan ditarik oleh isterinya.
3. Kakak
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga kehormatan wanita jatuh kepada kakak-kakaknya. Jika mereka hanya mementing keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan jauh dari ajaran Islam, tunggulah tarikan adiknya di Akhirat.
4. Anak Lelaki
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, maka anak itu akan ditanya dan dipertangungjawabkan di Akhirat kelak nantikan tarikan ibunya.

Renungkanlah!!!

Wahai anak perempuan,
Tidakkah kau mengasihi ayahmu. Dia bekerja keras untuk memberi nafkah. Dia besarkan kau dengan sebaiknya. Dia korbankan lelahnya untuk besarkan kau. Mungkin juga ayah tidak menekankan kau dengan ajaran agama tetapi tidak maukah kau berubah untuk selamatkan ayahmu di Neraka. Dia juga bukan ahli maksum tanpa dosa tetapi dia juga melakukan dosa. Malahan dia tidak sendiri tidak dapat menampung dosanya yang ada.

“Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke Neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke Neraka.”

Haruskah kau menyalahkan ayah semata-mata karena dia tidak memberi penekanan yang tegas kepadamu sebagai seorang perempuan? Adakah kau tidak menyayangi ayahmu? Sanggupkah kau biarkan ayahmu masuk Neraka HANYA KARENAMU? Mengapa tidak mau kau sendiri yang berubah karena kau ingin menjauhkan ayah dari Neraka?
Bila kau tak pedulikan itu, sungguh kau SANGAT KEJAM jika kau sengaja biarkan ayahmu ditarik ke dalam Neraka. Dia ayahmu, dia ayahmu, dia ayahmu. Selangkah ayahmu ingin masuk ke Syurga kau tarik dia ke Neraka. Selangkah lagi ayah menuju ke Syurga kau tarik dia ke Neraka. Kasihanilah ayahmu.
Tidakkah kau sayang dan kasihkan ayahmu??
Sanggupkah kau biarkan ayah di Neraka sendirian HANYA KARENAMU??

Wahai isteri,
Suamimu adalah lelaki yang kau cintai. Dia adalah suami yang telah menikahimu. Dialah yang memberimu nafkah, mendidik anak-anak. Dialah yang bersamamu ketika kau susah. Dialah yang memberi kegembiraan ke dalam dirimu ketika kau sedih. Dialah penentram jiwa untuk tabah dan sabar ketika dalam kesusahan. Dia bekerja bekerja keras mencari nafkah untukmu dan anak-anakmu.
Sanggupkah kau membiarkan dia ditarik ke Neraka HANYA KERANAMU??
Sanggupkah kau biarkan suami yang kau cintai ke Neraka HANYA KERANAMU??
Sungguh walaupun dia membiarkanmu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk dapatkan tiket ke Neraka.

Wahai adik perempuan,
Kakakmu adalah lelaki yang akan menggantikan ayahmu. Dialah yang akan menjadi pengganti ayahmu mencari nafkah untuk keluarga. Dialah yang akan bersusah payah mencari nafkah. Dia adalah tempat untuk kau mengadu masalah yang pernah kau adukan pada ayah pada suatu masa dahulu. Tetapi apabila ayah tiada, dialah yang menjadi penggantinya.
Sanggupkah kau biarkan kakak yang menggantikan ayah mencari nafkah untukmu ditarik ke Neraka HANYA KERANAMU??
Sanggupkah kau biarkan kakak yang memanjakanmu ditarik ke Neraka HANYA KERANAMU??
Sanggupkah kau biarkan kakak yang menjadi tempat kau mengadu ditarik ke Neraka HANYA KERANAMU??
Sungguh biarpun kakak diam dan tidak menegur perilaku dirimu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk mendapat tiket ke Neraka?

Wahai ibu,
Anak lelakimu adalah darah dagingmu. Ibu pasti sayang anak lelakimu karena dialah darah dagingmu yang kau lahirkan, yang kau belai ketika kecil, yang kau suapkan makanan, yang kau berikan keperluan ketika dia perlukan. Ibu, dia anakmu. Ibu pasti sayang padanya dengan perasaan sangat dalam.
Sanggupkah kau biarkan anak lelakimu yang merupakan anakmu yang sangat disayangi ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sanggupkah kau biarkan anak lelaki yang kau lahirkan, suapkan makan dan diberikan keperluannya, ditarik ke Neraka HANYA KARENAMU??
Sungguh biarpun dia diam dan tidak menegur perilaku dirimu, namun tidak maukah kau berubah untuk menjaganya daripada ditarik ke Neraka di Akhirat kelak?? Dia sendiri tidak mampu menampung dosanya, apatah lagi dosamu. Tidakkah kau merasa bersalah, setiap kali kau melangkah keluar dengan penutup aurat yang kurang, kau telah MENAMBAH dosanya untuk dia dapatkan tiket ke Neraka.

Sanggupkah kau membiarkan mereka ditarik ke Neraka HANYA KERANAMU wahai perempuan? Mengapa tidak berubah, berusaha menjadi muslimah sejati agar mereka dapat diselamatkan daripada ditarik ke Neraka.

Jadilah kalian muslimah sejati agar 4 golongan lelaki ini tidak menjadi mangsa tarikanmu ke Neraka HANYA KARANA PEREMPUAN. Mereka bukanlah ahli maksum yang terpelihara daripada dosa tetapi mereka juga melakukan dosa. Namun jika dosa mereka tidak mampu mereka tampung, apatah lagi, menampung dosa mu.

WAllahu A’lam

Selangkah anak perempuan keluar rumah
Read More

Hidup dan Bekerja

0 Hidup dan Bekerja

“Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja.

Hiduplah sepeeti besok engkau akan mati, jadi waktu yg ada skrg sedikitpun ga akan kita sia-siakan..
Buya Hamka
Read More

Jadilah Pemenang

0 Jadilah Pemenang

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda,

mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda.

Pemenang

Read More

Mantra Kehidupan

0 Mantra Kehidupan

Man jadda wajada“, “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses

Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung.

Man Saara Ala Darbi Washala yang berarti Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai tujuan.

Tiga kalimat arab diatas seolah sebagai rumus pasti, apabila rumus dijalankan maka hasilnya bisa dipastikan, tapi tempat praktek untuk mendapatkan hasil dari “rumus-rumus pasti” diatas adalah DIRI KITA. Tergantung kita sebagai pelaksana rumus, sejauh mana kita mampu menjalankan rumus tersebut. Kalau kita mampu menjalankannya sesuai waktu yang di tetapkan maka hasilnya akan tampak. Tapi sayang, rumus ini tak ada waktunya, dan ini yang membuat berat untuk terus menjalankan rumus ini. Semoga kita termasuk orang yang bersungguh-sungguh dan sabar sehingga kita sampai pada tujuan yang kita tujukan.

- Trilogi Negeri 5 Menara -

MANTRA KEHIDUPAN

Read More

Kemenangan sejati = Kemenangan melawan diri sendiri

0 Kemenangan sejati = Kemenangan melawan diri sendiri

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menghambat diri di posisi start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang.

Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

Kalahkan diri sendiri

Read More

Sayangi Ibu

0 Sayangi Ibu

Pernah mendapat note ini dari seseorang teman, dan pas ngebacanya rada melow dan gak terasa meleleh juga air mata.. Baca yuk.

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, Dari mana saja seharian ini? Sebagai balasannya, kau jawab, Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan, Aku tidak ingin seperti Ibu.

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh, Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya, sekarang jamannya sudah berbeda!

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Sayangi Ibu

Read More

Keluarga Surga di Bumi

0 Keluarga Surga di Bumi

Menginginkan keluarga yang bahagia merupakan impian semua orang. Bahagiakanlah keluarga kita sebelum membahagiakan orang lain karena Sebahagian dari kesempurnaan kebahagiaan di dunia adalah memiliki keluarga yang bahagia.

Keluarga adalah tempat terindah untuk tinggal dan menghabiskan waktu bersama.
Keluarga yang penuh suasana cinta adalah surga di bumi.

Keluarga Surga di Bumi

Read More

Pemimpi Besar

0 Pemimpi Besar

Setiap pria dan wanita sukses adalah
pemimpi-pemimpi besar.

Mau liat buktinya? Kita bisa lihat kalau di dunia ini hal-hal hebat banyak berawal dari sebuah mimpi. Pesawat terbang berasal dari mimpi kakak beradik Orville dan Wilbur Wright. Lampu berasal dari mimpi seorang Thomas Alfa Edison, Telepon berasal dari mimpi Alexander Graham Bell. One house one computer merupakan mimpi seorang Bill gates. Bahkan jembatan semegah Brooklyn pun merupakan mimpi besar dari seorang John Roebling. Dan banyak lagi yang lainnya. Tapi cukupkah hanya dengan mimpi-mimpi ini aja mereka bisa sukses? Tentu jawabannya BIG NO NO… Dibutuhkan action untuk mewujudkan semuanya ketekunan, kegigihan dan sifat pantang menyerah. Berani bermimpi dan mewujudkannya? atau hanya mau menjadi orang biasa-biasa saja dan tidak bermanfaat bagi orang lain, lingkungan dan semesta? Pilihan ditangankita masing-masing kok :)

 Mereka berimajinasi tentang masa depan mereka,
berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal,
dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan
yang menjadi tujuan mereka..

(Brian Tracy)

Yuk mulai sekarang jangan takut lagi ya untuk bermimpi yang besar. :D

Pria dan wanita sukses

Read More

Allah maha Oke

0 Allah maha Oke

Sering mendengar kata ini? Aduh sepertinya “Aku Tidak Bisa” deh..Itu kan dia “pintar ngomong”, aku kan ga pinter ngomong, gaptek, bodoh dll. Aduh kayaknya sulit deh, aku takut gagal dll.. Sering pasti ya, jangankan dengar mungkin itu juga terucap dikeseharian kita.. :)

Jadi ya teman2, Allah itu Maha OKE lho…jadi hati2 dg ucapakan kita sendiri, kalo kita selalu bilang seperti yang di atas tadi maka,  Allah akan bilang dengan mudah “OKE kamu Tidak Bisa ya” atau  OKE kamu ga akan bisa ngomong, OKE kamu Bodoh, OKE kamu pasti gagal. Nah lho mau kalo itu bener2 kejadian? Yakin ?

Sooo…hati2 ya..dengan kata2 dan pikiran kita sendiri..karena Allah Maha OKE !

Sesungguhnya Allah sesuai prasangka hambaNya

Aku menuruti prasangka hambaku terhadapKu, maka silahkan untuk berprasangka sesuai apa yang dikehendaki. (Ad-Darimi)

Allah maha OK

Read More

Patung dan Lantai Marmer

0 Patung dan Lantai Marmer

Kemaren habis dapat salah satu motivasi hebat waktu ngikutin web seminar. :)

Lantai Marmer vs Patung Marmer

Cerita ini tentang si Patung Marmer dan si Lantai Marmer yang ada di suatu museum.
Nah, mereka berdua pada dasarnya sama, sama-sama marmer, hanya berbeda bentuk
Tapi nasib mereka berbeda jauh.. Si lantai selalu diinjak2 pengunjung museum sedangakn si patung marmer selalu dipuja-puja keindahannya..

Suatu hari, si lantai berkeluh kesah pada si marmer,
“duhh.. kamu beruntung banget ya Patung, setiap pengunjung museum ini selalu memuja kamu,mengagumi keindahan kamu, dan tidak henti-henti berdecak kagum. Sedangkan aku? Dilirik saja tidak,, Diinjak terus. Aku sedih sekali Patung..Kenapa ya nasib kita seperti dan bumi langit, padahal kita sama-sama marmer”
dan si lantai pun terus curhat dan mengasihani diri sendiri yang tidak seberuntung nasib si patung

Dan si patung pun berkata,
“Lantai.. Ingat enggak dulu kita sama2 bongkahan marmer. Kita sama-sama mau dibentuk jadi patung yang indah. Tetapi saat pemahat baru memulai memahat, belum apa-apa kamu sudah mengeluh
katamu sakit, ditusuk-tusuk dan saat pemahatnya meminta kamu menahan sedikit sakitnya
kamu menyerah dan berhenti. Akhirnya yaaa kamu cuma bisa menjadi lantai. Aku tidak beruntung lantai, aku pun kesakitan sebelum aku dipuja-puja seperti hari ini, tapi aku memutuskan menahan rasa sakitnya untuk beberapa waktu, daripada aku seumur hidup menghabiskan waktu untuk diinjak-injak karena tidak mau menahan sakit di hari aku dipahat menjadi patung”

Jadi.. teman2, kita akan mengalami banyaaaaaaaaaak sekali proses-proses menuju keberhasilan
Banyak kejadian yang tidak menyenangkan. Banyak yang membuat kita putus asa. Itu adalah proses MEMAHAT diri kita. Kita seharusnya bersyukur meskipun terasa tidak menyenangkan tapi ingat
ini untuk masa depan kita jangan sampai kita jadi orang yang selalu di bawah, diinjak2 seumur hidup,, kita jadi orang biasa hanya karena kita tidak mau tahan sakitnya hari ini…

Patung dan Lantai Marmer

Read More